Minggu, 03 Februari 2019

Agama-Agama Dunia : Kristen


Kristen
A.  Sejarah dan Perkembangan Agama Kristen
Agama Kristen bermula dari ajaran seorang Yahudi yang dikenal dengan Yesus yang lahir di Betlehem,Palestina. Dari beberapa sumber didapatkan bahwa Yesus dilahirkan ketika masa pemerintahan Romawi, pada waktu itu rajanya bernama Herodus.
 Yesus memiliki murid sebanyak 12 orang. Diantara murid-muridnya tersebut ada seorang yang bernama Yudas Iskariot yang berkhianat. Ia memberitahukan persembunyian Yesus, kemudian Yesus di tangkap oleh pasukan Romawi. Setelah ditangkap Yesus diajukan ke pengadilan karena telah menghujat Allah, suatu kejahatan terbesar dalam sejarah Yahudi. Lalu Yesus diserahkan kepada penguasa Romawi dituduh telah melakukan pemberontakan,Yesus di jatuhi hukuman disalib.
Sejarah mencatat bahwa setelah sepeninggal Yesus, muridnya sangat gencar dalam menyebarkan ajaran Injil. Pada awalnya ajaran ini dianut oleh orang-orang Yahudi, namun setelah itu dianut oleh orang-orang diluar Yahudi.
Ajaran baru tersebut tidak didukung oleh Romawi, bahkan Romawi membencinya. Romawi juga membunuh para penganut ajaran ini, yakni beberapa orang murid Yesus. Pengikut ajaran injil akhirnya berkesimpulan bahwa kematian orang-orang yang secara pribadi mengenal Yesus mungkin akan menyulitkan penyebaran ajaran ini, maka perlu dibuat  catatan tentang pribadi Yesus. Selama dua ratus tahun , Kristen merupakan agama yang illegal bagi bangsa Romawi hingga akhirnya kaisar Konstantin melegalkan agama ini pada tahun 313 M dan menjadikan agama Kristen sebagai agama negara kekaisaran Romawi. Karena tekanan dari penganut Yahudi, agama Kristen akhirnya di kembangkan di Roma. Di bawah kaisar Konstantin agama Kristen menjadi berkembang pesat.
Dalam sejarahnya agama Kristen ini terpecah belah pada tahun 1054 M. Satu dinamakan Gereja Katolik Roma atau Gereja Roma Katolik[1]  dan pecahan lainnya Kristen Protestan[2].
1.    Agama Katolik
Katolik berasal dari bahasa Yunani “katholikos” karena ajarannya menyebar ke seluruh dunia. Dikatakan bahwa agama katolik ini seperti agama Kristen sebelum terjadinya reformasi. Pada awalnya jemaat Kristen ialah orang-orang yang berasal dari kalangan Yahudi dan berkembang di sekitar Yerusalem, namun Petrus yang bekerja di Yerusalem dikatakan telah membaptis seseorang warga Roma[3] beserta keluarganya di Yerusalem[4]. Pada tahun 42 M, Petrus pindah ke Roma sekaligus menjabat Paus pertama disana. Petrus wafat pada tahun ke 67 M. Selain Petrus, Paulus juga diketahui dalam sejarah  giat dalam menyebarkan agama Kristen. Paulus berasal dari Tarsus di sisilia, dan merupakan penganut Yahudi.
Dalam menyiarkan agama Kristen , Paulus bermarkas di Antiokia. Dari sini agama kisten mulai berkembang. Paulus dan Petrus bukan berarti tanpa rintangan. Beberapa kali mereka mendapat rintangan dari kaum Yahudi sehingga beberapa kali di tangkap oleh penguasa Romawi. Paulus menyebarkan agama ini sampai ke Eropa dan Yunani. Ia bekerja di pusat-pusat kota serta membentuk jemaat gereja disana. Setiap daerah yang ada kelompok kristennya diangkat seorang pemuka sebagai pemimpinnya, sementara dia sendiri sebagai uskup atau koordinator.  Ajaran Paulus yang dianggap baru ialah anggapan bahwa Yesus ialah Kristus atau Tuhan. Paulus meninggal pada tahun yang sama dengan Petrus yakni 67 M di Roma.
2.    Agama Kristen Protestan
Nama “Protestan” berasal dari kata “protes” yang dilancarkan oleh pangeran-pangeran Jerman yang mendukung gerakan reformasi melawan keputusan mayoritas beragama katolik Romawi, pada waktu sidang dewan kekaisaran (Dewan Negara) ke-2 di kota Speyer 1529. Agama ini lahir karena dipengaruhi oleh latar belakang perkembangan masyarakat Eropa Barat yaitu abad ke-16. Pada waktu itu individualisme lebih dipentingkan karena berbareng dengan kemajuan bumi Eropa. Paus mendapatkan kedudukan yang tinggi dimata masyarakat. Kehidupan mewah dalam istana-istana bahkan kemewahan Paus melebihi raja-raja Inggris dan Prancis. Sementara perubahan sosial politik terjadi secara tajam sehingga kehidupan rohaniah tergeser oleh hal keduniaan. Penyalahan wewenang gereja terjadi dan mencapai puncaknya tanpa mempedulikan tanggung jawab rohaniahnya, dengan adanya penjualan surat indulgensi[5] dan absolusi kepada anggota jemaat gereja. Hal ini menimbulkan protes dan pertentangan dari para anggota jemaat gereja di berbagai negara ,termasuk dikalangan pimpinan gereja sendiri.
Peritiwa yang mendorong timbulnya reformasi adalah penjualan surat indulgensi yang dilakukan semasa Paus Leo X. Pada saat itu gereja hendak membangun gereja Santo Petrus untuk kebanggan gereja Roma.untuk mendapatkan biaya Paus melalui Uskup Agung Albrecht dari Mainz, mengangkat dominikus Johanes Tetzel untuk melaksanakan penjualan indulgensi. Hal tesebut dipandang merendahkan derajat Tuhan, karena pengampunan dosa dan perdamaian dengan Tuhan bisa didapatkan hanya dengan uang bukan dengan penyesalan dan pertaubatan. Mengenai hal ini,Luther[6] menjadikan pembahasan tersebut sebagai pokok pembicaraan diantara sarjana-sarjana teologi. Ia kemudian merumuskan 95 dalil mengenai penghapusan dosa. Dan dailil-dalil tersebut di perkenalkan pada tahun 1517 dengan cara ditempel di dinding-dinding gereja. Gereja Roma Katolik berusaha memadamkan gerakan dari Luther namun ajaran dia mendapat sambutan di wilayah Eropa lainnya. Gerakan  Luther ini juga melahirkan pembaharuan di Swiss yang dipelopori oleh Ulrich Zwingli[7]. Gerakan Protestan ini sebagai bagian dari reformasi Gereja , kemudian disempurnakan lagi oleh Calvin[8] dari Prancis yang mengembangkan ajarannya di Swiss.
Adanya gerakan pembaharuan dalam gereja , membuat umat protestan semakin kuat. Ini dibuktikan semenjak reformasi terjadi protestan mulai tersebar ke beberapa bagian wilayah, seperti di Eropa khususnya. Protestan yang berkembang ternyata di pengaruhi oleh beberapa peristiwa penting  yaitu adanya gerakan Pencerahan[9] dan gerakan Revivalisme pada pertengahan abad ke-17. Perkembangan protestan di Amerika pada tahun 1783 yang dibawa oleh kolonialisme Inggris. Perkembangan agama  Kristen di Afrika sudah dimulai sejak abad 18 dimana Afrika menjadi target penjajahan benua Eropa. Perkembangan agama Kristen protestan di Asia dimulai pada awal abad ke-17 samapai ke-18 bersamaan dengan tersebarnya kolonialisme dari Eropa. Dan perkembangan agama Kristen di Indonesia sendiri dapat dilihat dalam dua periode besar, yaitu periode VOC (1595-1799) dan periode sesudah VOC (1800-sekarang).[10]

B.  Isa as/Yesus Kristus
1). Silsilah Yesus
     Berdasarkan beberapa sumber dinyatakan bahwa Maryam,ibunda Yesus, mengandungnya bukanlah dari hubungan dengan laki-laki manapun. Karenanya nasab atau silsilah yesus ditarik dari ibunya. Diketahui bahwa suku Israel itu berjumlah dua belas suku sesuai jumlah anak nabi Yakub alias israel, yaitu suku Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, suku Dan, Natfali, suku Gad, Asjer, Isachar, Zebulon, Yusuf, dan suku Bunyamin.[11] Dari kedua belas suku yang dimaksud, dalam sejarahnya terdapat dua suku yang sangat berpengaruh terhadap suku Israel yakni Suku Lewi dan Yahuda. Menurut Al-Qur’an ,maryam adalah keluarga Imran yakni dari suku Lewi. Al-Qur’an mengatakan sebagai berikut:
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing). Sebagai satu keturunan, sebagiannya adalah keturunan dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ingatlah, ketika isteri Imran berkata,” Ya Tuhanku,sesungguhnya aku bernazar kepada-mu, apa(janin) yang dalam kandunganku kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu, maka terimalah nazar itu dariku. Sungguh ,Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”[12]
Dari ayat di atas menyimpulkan bahwa Maryam itu adalah bersuku Lewi,karena ‘Imran ialah cucu dari Lewi. Hasbullah Bakry menyimpulkan bahwa silsilah Maryam adalah sebagai berikut: Imran anak Jashar anak Pahit anak Lewi anak Yakub anak Ishak anak Ibrahim.
2). Lahirnya Isa A-Masih (Yesus)
 Agama Kristen berpusat pada kehidupan Yesus di Nazareth. Yesus lahir di  Betlehem,Palestina sekitar 8 sampai 4 SM ,sementara yang lain berpendapat sekitar 7-5 SM[13] dan tumbuh besar di Nazareth.[14]  Beliau dibaptis oleh seorang nabi,Yohanes  yang menghidupkan agama tersebut dengan menyatakan  adanya pengadilan Tuhan yang akan datang. Ketika berusia 30 tahun , Yesus terkenal sebagai seorang pengajar dan tabib selama beberapa tahun.
 Tidak banyak yang diketahui tentang masa kanak-kanak dari Yesus, yang banyak diketahui adalah ketika ia berumur puluhan tahun yang kemudian mengembangkan ajarannya. Dalam sejarahnya, Yesus mempunyai dua belas orang murid yang memiliki latar belakang yang beragam: Petrus dan Andreas dua bersaudara dan nelayan miskin,Yacob dan Yahya sebagai nelayan, Matius sebagai pengumpul pajak bagi orang Romawi,dan Yudas Iskariot yang pada akhirnya berkhianat pada Yesus. Dari ke dua belas muridnya Petrus,Yacob,dan Yahya adalah murid Yesus yang paling dekat dengannya.
Sebelumnya Yesus diketahui adalah seorang tukang kayu. Ia adalah sosok yang cerdas dan arif. Selain itu Yesus juga diberkati dengan mukjizat yang luar biasa diantaranya ialah dapat menyembuhkan beberapa penyakit bahkan dapat menghidupkan kembali orang mati. mulai sejak itu namanya masyur ke seluruh pelosok negeri, sehingga orang-orang bertanya siapakah dia, petrus yang sebagai muridnya menjawab  dia adalah juru selamat. Mulailah Yesus menjelaskan kepada 12 muridnya tentang tujuan kedatangannya sebagai juru selamat manusia. Selama 3 tahun misi yesus sebagi juru selamat, ia mendapatkan rintangan yang cukup sulit dari orang-orang Yahudi.
Kemudian yesus pergi ke Yerusalem dengan menunggangi keledai, pada saat itu sedang berlangsung perayaan Paskah sehingga yerusalem dipadati oleh orang-orang. Ia masuk ke bait Allah dan mengusir semua pedagang karena diyakini tempat itu dikotori oleh mereka. Setelah itu dikisahkan bahwa ia mengadakan penjamuan dengan kedua belas muridnya, yang dinamakan penjamuan terakhir. Setelah itu Yesus di tangkap atas pengkhianatan muridnya sendiri, Yudas Iskariot.

C.   Kitab Suci
Kitab suci yang diakui dan dianggap sah oleh gereja Roma Katolik sebenarnya sama dengan kitab suci yang dipakai oleh protestan, kecuali ada beberapa perbedaan tambahan. Kitab suci agam Kristen adalah alkitab atau bibel, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Alkitab yang dipercayai merupakan wahyu atau firman Allah, dalam arti penulisnya mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Ini berarti bahwa Alkitab berasal dari Allah karena inisiatornya adalah Allah. Allah lah yang mengambil inisiatif untuk mendorong penulisnya. Allah berada dibalik pengarangannya. Hal tersebut tidak berarti bahwa Allah mendikte pengarangnya, dan bukan pulaberarti bahwa isi Alkitab diturunkan dari langit. Berbeda dengan pandangan Islam yang menyatakan bahwa al-Qur’an merupakan firman Allah melalui Rasul-Nya, maka menurut Kristen wahyu atau firman Allah yang tertulis dalam Alkitab disampaikan melalui siapa saja sehingga tidak harus melalui siapa saja sehingga tidak harus melalui seorang rasul dan nabi.
1.      Perjanjian Lama
Menurut gereja Roma Katolik, jumlah kitab suci yang terhimpun dalam Perjanjian Lama adalah 49 buah, Selisih lebih banyak 10 buah kitab dari  yang diakui oleh protestan. Nama-nama dari kitan-kitab tersebut tidak akan disebut kan satu persatu disini, hanya perlu dikemukankan bahwa kesepuluh buah kitab yang tidak diakui oleh golong Protestsn itu disebut dengan Deuterokanonika , yaitu kitab-kitab yang menjadi bagian dalam perjanjian Lama tetapi tidak terdapat diebut dalam kanon Yahudi. Golongan Protestan menganggap deuterokanonika tersebut sebagai kitab dongeng atau jiplakan (aporkrif).
Dalam kitab Perjanjian Baru dapat dijumpai nama-nama nabi yang juga disebut dalam al-Qur’an, sseperti Ibrahim, Nuh, Ismail, Ishak, Ya’qub, Daud, Harun, dan Musa. Cerita tentang nabi Adam, termasuk cerita tentang pelanggarannya terhadap Allah, terdapat dalam kitab Kejadianyang isinya dimulai dengan riwayat penciptaan alam ini. Kitab Keluaran menceritakan tentang keluarnya bangsa Isarel dari Mesir, selamat dari perbudakan oleh Fir’aun, dibawah pimpinan Musa menuju tanah Kanan melewati gunung sinai. Bagian-bagian pokok cerita tersebut juga tercantum dalam al-Qur’an.
                                                   
2.      Perjanjian Baru
Istilah Perjanjian Baru dapat berarti tata keselamatan yang diadakan Allah dalam diri Yesus. Persembahan diri Yesus di kayu salib merupakan perjanjian bahwa dengan demikian orang percaya akan memperoleh keselamatan. Adapun yang dimaksud dengan istilah tersebut di sini ialah bagian lain dari Alkitab, yang memang disebut Perjanjian Baru. Isi Perjanjian Baru mencakup 27 buah kitab yang terdiri dari 4 buah Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yahya, kisah para rasul yang ditulis oleh Lukas, surat-surat Petrus, Surat Yohanes, Surat Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes.
Alhasil, kitab suci umat Kristiani, termasuk gereja Roma Katolik, tidak hanya terdiri dari sebuah kitab, yakni Perjanjian Lama, tetapi juga Perjanjian Baru yang juga tidak hanya berisis Injil tetapi mencakup empat macam Injil dilengkapi dengan tulisan-tulisan lainnya.
Perjanjian Baru, yang terdiri dari bermacam-macam kitab dan ditulis oleh beberapa orang, itu dipandang sebagai itab patokan kepercayaan (kanoik) atau sebagai sumber ajaran agama Katolik. Kitab-kitab suci yang merupakan isi Perjanjian Baru tersebut secara definitif ditetapkan pada tahun 380 M, yang menurut petunjuk sejarah dipilih dari sekian banyak injil dan tulisan-tulisan yang dianggap suci yang tersebar dalam masyarakat Kristen pada abad-abad pertama. Kitab Perjanjian Baru itulah yang menjadi ukuran resmi kepercayaan Kristen, sehingga apabila timbul gerakan kerohanian yang ajarannya menyimpang atau tidak sesuai dengan isi Perjanjian Baru maka gerkan tersebut tidak dianggap ajaran Kristen.[15]

D.   Ketuhanan
Dari uraian tentang pernyataan Tuhan Allah, seperti yang telah diungkapkan dalam Kel. 3, dapat diketahui, bahwa sebenarnya bukan Israellah yang mencari Allah, melainkan sebaliknya, Tuhan Allahlah yang mencari Israel. Israel di Mesir itu sudah tidak mengenal Tuhannya lagi, maka Tuhanlah yang mengambil inisiatip atau prakarsa untuk memperkenalkan diriNya kepada Israel. Supaya Israel tahu, bahwa Tuhanlah Yahweh, Allahnya, dan agar dengan demikian Israel memiliki hidup kekal (Yoh. 17:3) serta akhirnya Nama Tuhan Allah dipermuliakan (Rm. 15:6,9).
Jadi dapat dikatakan, bahwa maksud Tuhan Allah menyatakan atau memperkenalkan diriNya kepada umatNya itu, tidak lain agar supaya nama Nya dipermuliakan.[16]  
Dua macam sumber untuk mengetahui masalah ketuhanan ,yaitu kitab suci dan tradisi. Kekuasaan tradisi berada sejajar dengan kitab suci , jadi sesuatu yang tidak terdapat di kitab suci dapat dilengkapi tradisi.  Kekuasaan tradisi gereja terbagi dua macam , yaitu Traditio deklarativa ( kewenangan gereja dalam mengatur ajaran agama) dan traditio konstitutiva (kewenagan gereja dalam menafsirkan ajaran yang berasal dari Alkitab tanpa disalahkan).[17]

v  Tradisi

Muncul Dua macam pengetahuan tentang Allah  yang terdapat dalam tradisi, yang telah diterapkan oleh Philo (30 sb. M. Hingga 50 M) terhadap ajaran Alkitab yang mengenai  Tuhan Allah. Pertama, ada pengetahuan yang dimiliki oleh Tuhan Allah sendiri ,yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Kedua, pengetahuan tentang tuhan Allah yang dimiliki oleh manusia ,yang berdasarkan pernyataan atau wahyu Allah. Oleh karena pernyataan atau wahyu adalah penyesuaian Allah dengan kecakapan manusia, maka kedua macam pengetshusn tentang Allah itu tidak bertindih-tepat atau identik.
Ajaran yang demikian sudah barang tentu menimbulkan pertanyaan, apakah pengetahuan manusia tentang Tuhan Allah yang dimiliki manusia tadi terdapat dipercaya seratus persen? Apakah tidak ada kemungkinan, bahwa keadaan Tuhan yang sebenarnya sama sekali tidak cocok dengan pengetahuan yang dimiliki manusia tentang Tuhan Allah itu? (soalnya sama dengan seorang ibu yang harus menguraikan kepada anaknya yang masih kecil, bagaimana adiknya dilahirkan. Ibu ini di dalam keterangannya menyesuaikan diri dengan kecakapan anaknya, yang menghasilkan pengetahuan bagi anaknya yang berlainan sekali dengan kenyataan).   

v  Kitab suci

Didalam Alkitab Tuhan Allah, tidak pernah dipandang sebagai lepas daripada menjadi Sekutu Isarel ini. Oleh karena itu jika kita hendak mengurai hakekat atau zat Tuhan Allah menurut Alkitab, bukan menurut akal, melainkan harus mengingat hal ini. Sebab Alkitab sendiri tidak ernah memandang kepadanTuhan Allah sebagai zat atau hakekat yang mutlak secara falsafati, yang bebas daripada segala hubungan dan sifat, dan yang tidak dapat ditembus oleh akal manusia, seperti yang diajarkan didalam filsafat. Hakekat Tuhan Allah, menurut Alkitab, adalah hakekat yang justru senantiasa dihubungkan dengan israel dan bekerja bagi Israel. Sebab menurut Alkitab, Tuhan Allah adalah sekutu Israel. 
Menurut Alkitab, tidak ada perbedaan antara hakekat Tuhan Allah dengan sifat-sifatNya. Sifat Allah adalah hakekat Allah sendiri. Oleh karena itu didalam ajaran Kristen sering yang biasanya disebut sifat Allah ini disebutkan kebajikan atau kesempurnaan Allah (Bnd.uraian Dr. Soedarmo di atas). Kiranya sebutan-sebutan itu masih dipengaruhi oleh pandangan Plato, yang membedakan antara hakekat dan sifat Tuhan, atau membedakan tabiat Ilahi pada dirinya sendiri dan sifat-sifat tabiat ilahi itu.
Hakekat Tuhan Allah adalah “berada sebagai sekutu Israel” atau sebagai “sekutu umatNya”. Hal ini berqrti bahwa hakekat Israel atau hakekat umat Allah adalah menjadi sekutu Tuhan Allah.[18]


KESIMPULAN


Agama Kristen bermula dari ajaran seorang Yahudi yang dikenal dengan Yesus yang lahir di Betlehem,Palestina.  Yesus dilahirkan ketika masa pemerintahan Romawi, pada waktu itu rajanya bernama Herodus.Yesus memiliki murid sebanyak 12 orang yang kemudian mengembangkan ajaran Kristen ke berbagai wilayah.
 Dalam sejarahnya agama Kristen ini terpecah belah pada tahun 1054 M. Satu dinamakan Gereja Katolik Roma atau Gereja Roma Katolik  dan pecahan lainnya Kristen Protestan. Katolik berasal dari bahasa Yunani “katholikos” karena ajarannya menyebar ke seluruh dunia. Dikatakan bahwa agama katolik ini seperti agama Kristen sebelum terjadinya reformasi. Nama “Protestan” berasal dari kata “protes” yang dilancarkan oleh pangeran-pangeran Jerman yang mendukung gerakan reformasi melawan keputusan mayoritas beragama katolik Romawi, pada waktu sidang dewan kekaisaran (Dewan Negara) ke-2 di kota Speyer 1529.
Kitab suci yang diakui dan dianggap sah oleh gereja Roma Katolik sebenarnya sama dengan kitab suci yang dipakai oleh protestan, kecuali ada beberapa perbedaan tambahan. Kitab suci agam Kristen adalah alkitab atau bibel, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Dua macam sumber untuk mengetahui masalah ketuhanan ,yaitu kitab suci dan tradisi. Kekuasaan tradisi berada sejajar dengan kitab suci , jadi sesuatu yang tidak terdapat di kitab suci dapat dilengkapi tradisi.  Kekuasaan tradisi gereja terbagi dua macam , yaitu Traditio deklarativa ( kewenangan gereja dalam mengatur ajaran agama) dan traditio konstitutiva (kewenagan gereja dalam menafsirkan ajaran yang berasal dari Alkitab tanpa disalahkan).
  


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono.1998.Agama-Agama Dunia.Yogyakarta: PT Hanindita offset.
Bakrie,Hasbullah.1965. Jesus dalam Pandangan Islam dan Kristen. Surabaya: Japi.
Smith,Huston.2015Agama-Agama Manusia. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Ali,Mukti.1988.Agama-agama Dunia.Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.
Hadiwijono, Harun.1990. Iman Kristen.Jakarta : Gunung mulia.
Fatoohi,Louay.2007.The Mistery of Historical Jesus.Bandung: PT Mizan Pustaka.



[1]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,Yogyakarta: PT Hanindita offset,1998,h.341
[2]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,Yogyakarta: PT Hanindita offset,1998,h383
[3]warga Roma yang dimaksud itulah ialah seseorang yang bernama Kornelius yang tinggal di Kaesaria,Yerusalem.
[4]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.343
[5]indulgensi ialah surat penghapusan dosa.
[6]Tokoh reformasi gereja. Ia dilahirkan pada 10 November 1483 di Thuringen. Ia pernah menuntut ilmu teologia di salah satu biara pada 1507 dan pada tahun yang sama ditasbihkan sebagai imam. Ia kemudian menjadi seorang rahib yang kemudian hari menjadi titik tolak reformasi protestan.
[7]Ulrich Zwingli (1484-1531), tokoh reformasi protestan dari Swiss. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh humanism dan pekerjaannya ialah sebagai pendeta dan tentara.ia memihak kepada Luther sejak 1519. Pada 1520 ia mulai mempropagandakan pembaharuan. ia meninggal pada pertempuran di dekat Kappel 11 Oktober 1531. Jenazahnya dipotong-potong dan dibakar habis.
[8]Yohanes Calvin (1509-1564),adalah seorang sarjana hukum asal Prancis yang menaruh perhatian besar terhadap teologia . Pada tahun 1533 ia mulai masuk gerakan reformasi .
[9]Pencerahan adalah suatu gerakan yang menyatakan bahwa dalam segala sesuatu manusia tidak perlu  patuh terhadap kepercayaan atau keyakinan yang timbul dari luar dirinya,missal alkitab,gereja, adat istiadat.
[10]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.398-402
[11]Hasbullah Bakrie, Jesus dalam Pandangan Islam dan Kristen, Surabaya: Japi ,1965,h.6
[12]Q.S.Ali ‘Imran: 33-35
[13]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.342
[14]Huston Smith,Agama-Agama Manusia, Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta,2015.h.353

[15] Mukti Ali, Agama-agama Dunia, Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.1988. hal 346
[16] Harun Hadiwijono, Iman Kristen, Jakarta : Gunung mulia.1990. hal 73
[17] Mukti Ali, Agama-agama Dunia, Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.1988. hal 348

[18] Harun Hadiwijono, Iman Kristen, Jakarta : Gunung mulia.1990. hal 85

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Metode Tafsir : Tafsir Sahabat

PEMBAHASAN TAFSIR SAHABAT A. Pengertian Sahabat Sebagai Mufassir Tafsir Al-Qur’an telah tumbuh dimasa Nabi Saw. dan beliaulah pena...