Kristen
A.
Sejarah dan Perkembangan Agama Kristen
Agama
Kristen bermula dari ajaran seorang Yahudi yang dikenal dengan Yesus yang lahir
di Betlehem,Palestina. Dari beberapa
sumber didapatkan bahwa Yesus dilahirkan
ketika masa pemerintahan Romawi, pada waktu itu rajanya bernama Herodus.
Yesus memiliki
murid sebanyak 12 orang. Diantara murid-muridnya tersebut ada seorang yang
bernama Yudas Iskariot yang berkhianat. Ia memberitahukan persembunyian Yesus, kemudian
Yesus di tangkap oleh pasukan Romawi. Setelah ditangkap Yesus diajukan ke
pengadilan karena telah menghujat Allah, suatu kejahatan terbesar dalam sejarah
Yahudi. Lalu Yesus diserahkan kepada penguasa Romawi dituduh telah melakukan
pemberontakan,Yesus di jatuhi hukuman disalib.
Sejarah mencatat bahwa setelah sepeninggal Yesus,
muridnya sangat gencar dalam menyebarkan ajaran Injil. Pada awalnya ajaran ini
dianut oleh orang-orang Yahudi, namun setelah itu dianut oleh orang-orang
diluar Yahudi.
Ajaran baru tersebut tidak didukung oleh Romawi,
bahkan Romawi membencinya. Romawi juga membunuh para penganut ajaran ini, yakni
beberapa orang murid Yesus. Pengikut ajaran injil akhirnya berkesimpulan bahwa
kematian orang-orang yang secara pribadi mengenal Yesus mungkin akan
menyulitkan penyebaran ajaran ini, maka perlu dibuat catatan tentang pribadi Yesus. Selama dua
ratus tahun , Kristen merupakan agama yang illegal bagi bangsa Romawi hingga
akhirnya kaisar Konstantin melegalkan agama ini pada tahun 313 M dan menjadikan
agama Kristen sebagai agama negara kekaisaran Romawi. Karena tekanan dari
penganut Yahudi, agama Kristen akhirnya di kembangkan di Roma. Di bawah kaisar
Konstantin agama Kristen menjadi berkembang pesat.
Dalam sejarahnya agama Kristen ini terpecah belah pada
tahun 1054 M. Satu dinamakan Gereja Katolik Roma atau Gereja Roma Katolik[1] dan pecahan lainnya Kristen Protestan[2].
1. Agama Katolik
Katolik berasal dari bahasa Yunani “katholikos” karena
ajarannya menyebar ke seluruh dunia. Dikatakan bahwa agama katolik ini seperti
agama Kristen sebelum terjadinya reformasi. Pada awalnya jemaat Kristen ialah
orang-orang yang berasal dari kalangan Yahudi dan berkembang di sekitar
Yerusalem, namun Petrus yang bekerja di Yerusalem dikatakan telah membaptis
seseorang warga Roma[3]
beserta keluarganya di Yerusalem[4].
Pada tahun 42 M, Petrus pindah ke Roma sekaligus menjabat Paus pertama disana.
Petrus wafat pada tahun ke 67 M. Selain Petrus, Paulus juga diketahui dalam
sejarah giat dalam menyebarkan agama
Kristen. Paulus berasal dari Tarsus di sisilia, dan merupakan penganut Yahudi.
Dalam menyiarkan agama Kristen , Paulus bermarkas di
Antiokia. Dari sini agama kisten mulai berkembang. Paulus dan Petrus bukan
berarti tanpa rintangan. Beberapa kali mereka mendapat rintangan dari kaum
Yahudi sehingga beberapa kali di tangkap oleh penguasa Romawi. Paulus
menyebarkan agama ini sampai ke Eropa dan Yunani. Ia bekerja di pusat-pusat
kota serta membentuk jemaat gereja disana. Setiap daerah yang ada kelompok
kristennya diangkat seorang pemuka sebagai pemimpinnya, sementara dia sendiri
sebagai uskup atau koordinator. Ajaran
Paulus yang dianggap baru ialah anggapan bahwa Yesus ialah Kristus atau Tuhan.
Paulus meninggal pada tahun yang sama dengan Petrus yakni 67 M di Roma.
2.
Agama Kristen Protestan
Nama “Protestan” berasal dari kata “protes” yang
dilancarkan oleh pangeran-pangeran Jerman yang mendukung gerakan reformasi
melawan keputusan mayoritas beragama katolik Romawi, pada waktu sidang dewan
kekaisaran (Dewan Negara) ke-2 di kota Speyer 1529. Agama ini lahir karena
dipengaruhi oleh latar belakang perkembangan masyarakat Eropa Barat yaitu abad
ke-16. Pada waktu itu individualisme lebih dipentingkan karena berbareng dengan
kemajuan bumi Eropa. Paus mendapatkan kedudukan yang tinggi dimata masyarakat.
Kehidupan mewah dalam istana-istana bahkan kemewahan Paus melebihi raja-raja
Inggris dan Prancis. Sementara perubahan sosial politik terjadi secara tajam
sehingga kehidupan rohaniah tergeser oleh hal keduniaan. Penyalahan wewenang
gereja terjadi dan mencapai puncaknya tanpa mempedulikan tanggung jawab
rohaniahnya, dengan adanya penjualan surat indulgensi[5]
dan absolusi kepada anggota jemaat gereja. Hal ini menimbulkan protes dan
pertentangan dari para anggota jemaat gereja di berbagai negara ,termasuk
dikalangan pimpinan gereja sendiri.
Peritiwa yang mendorong timbulnya reformasi adalah
penjualan surat indulgensi yang dilakukan semasa Paus Leo X. Pada saat itu
gereja hendak membangun gereja Santo Petrus untuk kebanggan gereja Roma.untuk
mendapatkan biaya Paus melalui Uskup Agung Albrecht dari Mainz, mengangkat
dominikus Johanes Tetzel untuk melaksanakan penjualan indulgensi. Hal tesebut
dipandang merendahkan derajat Tuhan, karena pengampunan dosa dan perdamaian
dengan Tuhan bisa didapatkan hanya dengan uang bukan dengan penyesalan dan
pertaubatan. Mengenai hal ini,Luther[6]
menjadikan pembahasan tersebut sebagai pokok pembicaraan diantara
sarjana-sarjana teologi. Ia kemudian merumuskan 95 dalil mengenai penghapusan
dosa. Dan dailil-dalil tersebut di perkenalkan pada tahun 1517 dengan cara
ditempel di dinding-dinding gereja. Gereja Roma Katolik berusaha memadamkan
gerakan dari Luther namun ajaran dia mendapat sambutan di wilayah Eropa
lainnya. Gerakan Luther ini juga
melahirkan pembaharuan di Swiss yang dipelopori oleh Ulrich Zwingli[7].
Gerakan Protestan ini sebagai bagian dari reformasi Gereja , kemudian
disempurnakan lagi oleh Calvin[8]
dari Prancis yang mengembangkan ajarannya di Swiss.
Adanya gerakan pembaharuan dalam gereja , membuat umat
protestan semakin kuat. Ini dibuktikan semenjak reformasi terjadi protestan
mulai tersebar ke beberapa bagian wilayah, seperti di Eropa khususnya.
Protestan yang berkembang ternyata di pengaruhi oleh beberapa peristiwa
penting yaitu adanya gerakan Pencerahan[9]
dan gerakan Revivalisme pada pertengahan abad ke-17. Perkembangan protestan di
Amerika pada tahun 1783 yang dibawa oleh kolonialisme Inggris. Perkembangan
agama Kristen di Afrika sudah dimulai
sejak abad 18 dimana Afrika menjadi target penjajahan benua Eropa. Perkembangan
agama Kristen protestan di Asia dimulai pada awal abad ke-17 samapai ke-18
bersamaan dengan tersebarnya kolonialisme dari Eropa. Dan perkembangan agama
Kristen di Indonesia sendiri dapat dilihat dalam dua periode besar, yaitu
periode VOC (1595-1799) dan periode sesudah VOC (1800-sekarang).[10]
B.
Isa as/Yesus Kristus
1). Silsilah Yesus
Berdasarkan beberapa sumber dinyatakan bahwa
Maryam,ibunda Yesus, mengandungnya bukanlah dari hubungan dengan laki-laki
manapun. Karenanya nasab atau silsilah yesus ditarik dari ibunya. Diketahui
bahwa suku Israel itu berjumlah dua belas suku sesuai jumlah anak nabi Yakub
alias israel, yaitu suku Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, suku Dan, Natfali, suku
Gad, Asjer, Isachar, Zebulon, Yusuf, dan suku Bunyamin.[11]
Dari kedua belas suku yang dimaksud, dalam sejarahnya terdapat dua suku yang
sangat berpengaruh terhadap suku Israel yakni Suku Lewi dan Yahuda. Menurut
Al-Qur’an ,maryam adalah keluarga Imran yakni dari suku Lewi. Al-Qur’an
mengatakan sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh,
keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa
masing-masing). Sebagai satu keturunan, sebagiannya adalah keturunan dari
sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ingatlah, ketika
isteri Imran berkata,” Ya Tuhanku,sesungguhnya aku bernazar kepada-mu,
apa(janin) yang dalam kandunganku kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu,
maka terimalah nazar itu dariku. Sungguh ,Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha
Mengetahui.”[12]
Dari ayat di atas menyimpulkan bahwa Maryam itu adalah
bersuku Lewi,karena ‘Imran ialah cucu dari Lewi. Hasbullah Bakry menyimpulkan
bahwa silsilah Maryam adalah sebagai berikut: Imran anak Jashar anak Pahit anak
Lewi anak Yakub anak Ishak anak Ibrahim.
2). Lahirnya Isa A-Masih (Yesus)
Agama Kristen
berpusat pada kehidupan Yesus di Nazareth. Yesus lahir di Betlehem,Palestina sekitar 8 sampai 4 SM
,sementara yang lain berpendapat sekitar 7-5 SM[13]
dan tumbuh besar di Nazareth.[14] Beliau dibaptis oleh seorang nabi,Yohanes yang menghidupkan agama tersebut dengan
menyatakan adanya pengadilan Tuhan yang
akan datang. Ketika berusia 30 tahun , Yesus terkenal sebagai seorang pengajar
dan tabib selama beberapa tahun.
Tidak banyak yang diketahui tentang masa
kanak-kanak dari Yesus, yang banyak diketahui adalah ketika ia berumur puluhan
tahun yang kemudian mengembangkan ajarannya. Dalam sejarahnya, Yesus mempunyai
dua belas orang murid yang memiliki latar belakang yang beragam: Petrus dan
Andreas dua bersaudara dan nelayan miskin,Yacob dan Yahya sebagai nelayan,
Matius sebagai pengumpul pajak bagi orang Romawi,dan Yudas Iskariot yang pada
akhirnya berkhianat pada Yesus. Dari ke dua belas muridnya Petrus,Yacob,dan Yahya
adalah murid Yesus yang paling dekat dengannya.
Sebelumnya Yesus diketahui adalah seorang tukang kayu.
Ia adalah sosok yang cerdas dan arif. Selain itu Yesus juga diberkati dengan
mukjizat yang luar biasa diantaranya ialah dapat menyembuhkan beberapa penyakit
bahkan dapat menghidupkan kembali orang mati. mulai sejak itu namanya masyur ke
seluruh pelosok negeri, sehingga orang-orang bertanya siapakah dia, petrus yang
sebagai muridnya menjawab dia adalah
juru selamat. Mulailah Yesus menjelaskan kepada 12 muridnya tentang tujuan
kedatangannya sebagai juru selamat manusia. Selama 3 tahun misi yesus sebagi
juru selamat, ia mendapatkan rintangan yang cukup sulit dari orang-orang
Yahudi.
Kemudian yesus pergi ke Yerusalem dengan menunggangi
keledai, pada saat itu sedang berlangsung perayaan Paskah sehingga yerusalem
dipadati oleh orang-orang. Ia masuk ke bait Allah dan mengusir semua pedagang
karena diyakini tempat itu dikotori oleh mereka. Setelah itu dikisahkan bahwa
ia mengadakan penjamuan dengan kedua belas muridnya, yang dinamakan penjamuan
terakhir. Setelah itu Yesus di tangkap atas pengkhianatan muridnya sendiri,
Yudas Iskariot.
C. Kitab Suci
Kitab suci yang diakui dan dianggap sah oleh gereja Roma Katolik
sebenarnya sama dengan kitab suci yang dipakai oleh protestan, kecuali ada
beberapa perbedaan tambahan. Kitab suci agam Kristen adalah alkitab atau
bibel, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Alkitab yang dipercayai merupakan wahyu atau firman Allah, dalam arti
penulisnya mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Ini berarti bahwa Alkitab
berasal dari Allah karena inisiatornya adalah Allah. Allah lah yang mengambil
inisiatif untuk mendorong penulisnya. Allah berada dibalik pengarangannya. Hal
tersebut tidak berarti bahwa Allah mendikte pengarangnya, dan bukan pulaberarti
bahwa isi Alkitab diturunkan dari langit. Berbeda dengan pandangan Islam
yang menyatakan bahwa al-Qur’an merupakan firman Allah melalui Rasul-Nya, maka
menurut Kristen wahyu atau firman Allah yang tertulis dalam Alkitab
disampaikan melalui siapa saja sehingga tidak harus melalui siapa saja sehingga
tidak harus melalui seorang rasul dan nabi.
1.
Perjanjian Lama
Menurut
gereja Roma Katolik, jumlah kitab suci yang terhimpun dalam Perjanjian Lama
adalah 49 buah, Selisih lebih banyak 10 buah kitab dari yang diakui oleh protestan. Nama-nama dari
kitan-kitab tersebut tidak akan disebut kan satu persatu disini, hanya perlu
dikemukankan bahwa kesepuluh buah kitab yang tidak diakui oleh golong Protestsn
itu disebut dengan Deuterokanonika , yaitu kitab-kitab yang menjadi bagian
dalam perjanjian Lama tetapi tidak terdapat diebut dalam kanon Yahudi. Golongan
Protestan menganggap deuterokanonika tersebut sebagai kitab dongeng atau
jiplakan (aporkrif).
Dalam
kitab Perjanjian Baru dapat dijumpai nama-nama nabi yang juga disebut dalam
al-Qur’an, sseperti Ibrahim, Nuh, Ismail, Ishak, Ya’qub, Daud, Harun, dan Musa.
Cerita tentang nabi Adam, termasuk cerita tentang pelanggarannya terhadap
Allah, terdapat dalam kitab Kejadianyang isinya dimulai dengan riwayat
penciptaan alam ini. Kitab Keluaran menceritakan tentang keluarnya bangsa
Isarel dari Mesir, selamat dari perbudakan oleh Fir’aun, dibawah pimpinan Musa
menuju tanah Kanan melewati gunung sinai. Bagian-bagian pokok cerita tersebut
juga tercantum dalam al-Qur’an.
2.
Perjanjian Baru
Istilah
Perjanjian Baru dapat berarti tata keselamatan yang diadakan Allah dalam diri
Yesus. Persembahan diri Yesus di kayu salib merupakan perjanjian bahwa dengan
demikian orang percaya akan memperoleh keselamatan. Adapun yang dimaksud dengan
istilah tersebut di sini ialah bagian lain dari Alkitab, yang memang disebut
Perjanjian Baru. Isi Perjanjian Baru mencakup 27 buah kitab yang terdiri dari 4
buah Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yahya, kisah para rasul
yang ditulis oleh Lukas, surat-surat Petrus, Surat Yohanes, Surat Yudas, dan
Wahyu kepada Yohanes.
Alhasil,
kitab suci umat Kristiani, termasuk gereja Roma Katolik, tidak hanya terdiri
dari sebuah kitab, yakni Perjanjian Lama, tetapi juga Perjanjian Baru yang juga
tidak hanya berisis Injil tetapi mencakup empat macam Injil dilengkapi dengan
tulisan-tulisan lainnya.
Perjanjian
Baru, yang terdiri dari bermacam-macam kitab dan ditulis oleh beberapa orang,
itu dipandang sebagai itab patokan kepercayaan (kanoik) atau sebagai sumber
ajaran agama Katolik. Kitab-kitab suci yang merupakan isi Perjanjian Baru
tersebut secara definitif ditetapkan pada tahun 380 M, yang menurut petunjuk
sejarah dipilih dari sekian banyak injil dan tulisan-tulisan yang dianggap suci
yang tersebar dalam masyarakat Kristen pada abad-abad pertama. Kitab Perjanjian
Baru itulah yang menjadi ukuran resmi kepercayaan Kristen, sehingga apabila
timbul gerakan kerohanian yang ajarannya menyimpang atau tidak sesuai dengan
isi Perjanjian Baru maka gerkan tersebut tidak dianggap ajaran Kristen.[15]
D.
Ketuhanan
Dari uraian tentang pernyataan Tuhan Allah, seperti yang telah
diungkapkan dalam Kel. 3, dapat diketahui, bahwa sebenarnya bukan Israellah
yang mencari Allah, melainkan sebaliknya, Tuhan Allahlah yang mencari Israel.
Israel di Mesir itu sudah tidak mengenal Tuhannya lagi, maka Tuhanlah yang
mengambil inisiatip atau prakarsa untuk memperkenalkan diriNya kepada Israel.
Supaya Israel tahu, bahwa Tuhanlah Yahweh, Allahnya, dan agar dengan demikian
Israel memiliki hidup kekal (Yoh. 17:3) serta akhirnya Nama Tuhan Allah
dipermuliakan (Rm. 15:6,9).
Jadi
dapat dikatakan, bahwa maksud Tuhan Allah menyatakan atau memperkenalkan
diriNya kepada umatNya itu, tidak lain agar supaya nama Nya dipermuliakan.[16]
Dua macam sumber untuk mengetahui masalah ketuhanan ,yaitu kitab
suci dan tradisi. Kekuasaan tradisi berada sejajar dengan kitab suci , jadi
sesuatu yang tidak terdapat di kitab suci dapat dilengkapi tradisi. Kekuasaan tradisi gereja terbagi dua macam ,
yaitu Traditio deklarativa ( kewenangan gereja dalam mengatur ajaran
agama) dan traditio konstitutiva (kewenagan gereja dalam menafsirkan
ajaran yang berasal dari Alkitab tanpa disalahkan).[17]
v
Tradisi
Muncul
Dua macam pengetahuan tentang Allah yang
terdapat dalam tradisi, yang telah diterapkan oleh Philo (30 sb. M. Hingga 50
M) terhadap ajaran Alkitab yang mengenai
Tuhan Allah. Pertama, ada pengetahuan yang dimiliki oleh Tuhan Allah
sendiri ,yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Kedua, pengetahuan tentang
tuhan Allah yang dimiliki oleh manusia ,yang berdasarkan pernyataan atau wahyu
Allah. Oleh karena pernyataan atau wahyu adalah penyesuaian Allah dengan
kecakapan manusia, maka kedua macam pengetshusn tentang Allah itu tidak
bertindih-tepat atau identik.
Ajaran
yang demikian sudah barang tentu menimbulkan pertanyaan, apakah pengetahuan
manusia tentang Tuhan Allah yang dimiliki manusia tadi terdapat dipercaya
seratus persen? Apakah tidak ada kemungkinan, bahwa keadaan Tuhan yang
sebenarnya sama sekali tidak cocok dengan pengetahuan yang dimiliki manusia
tentang Tuhan Allah itu? (soalnya sama dengan seorang ibu yang harus
menguraikan kepada anaknya yang masih kecil, bagaimana adiknya dilahirkan. Ibu
ini di dalam keterangannya menyesuaikan diri dengan kecakapan anaknya, yang
menghasilkan pengetahuan bagi anaknya yang berlainan sekali dengan
kenyataan).
v Kitab suci
Didalam
Alkitab Tuhan Allah, tidak pernah dipandang sebagai lepas daripada menjadi
Sekutu Isarel ini. Oleh karena itu jika kita hendak mengurai hakekat atau zat
Tuhan Allah menurut Alkitab, bukan menurut akal, melainkan harus mengingat hal
ini. Sebab Alkitab sendiri tidak ernah memandang kepadanTuhan Allah sebagai zat
atau hakekat yang mutlak secara falsafati, yang bebas daripada segala hubungan
dan sifat, dan yang tidak dapat ditembus oleh akal manusia, seperti yang
diajarkan didalam filsafat. Hakekat Tuhan Allah, menurut Alkitab, adalah
hakekat yang justru senantiasa dihubungkan dengan israel dan bekerja bagi
Israel. Sebab menurut Alkitab, Tuhan Allah adalah sekutu Israel.
Menurut
Alkitab, tidak ada perbedaan antara hakekat Tuhan Allah dengan sifat-sifatNya.
Sifat Allah adalah hakekat Allah sendiri. Oleh karena itu didalam ajaran
Kristen sering yang biasanya disebut sifat Allah ini disebutkan kebajikan
atau kesempurnaan Allah (Bnd.uraian Dr. Soedarmo di atas).
Kiranya sebutan-sebutan itu masih dipengaruhi oleh pandangan Plato, yang
membedakan antara hakekat dan sifat Tuhan, atau membedakan tabiat Ilahi
pada dirinya sendiri dan sifat-sifat tabiat ilahi itu.
Hakekat
Tuhan Allah adalah “berada sebagai sekutu Israel” atau sebagai “sekutu umatNya”.
Hal ini berqrti bahwa hakekat Israel atau hakekat umat Allah adalah menjadi
sekutu Tuhan Allah.[18]
KESIMPULAN
Agama
Kristen bermula dari ajaran seorang Yahudi yang dikenal dengan Yesus yang lahir
di Betlehem,Palestina. Yesus dilahirkan
ketika masa pemerintahan Romawi, pada waktu itu rajanya bernama Herodus.Yesus
memiliki murid sebanyak 12 orang yang kemudian mengembangkan ajaran Kristen ke
berbagai wilayah.
Dalam sejarahnya agama Kristen ini terpecah belah pada
tahun 1054 M. Satu dinamakan Gereja Katolik Roma atau Gereja Roma Katolik dan pecahan lainnya Kristen Protestan. Katolik
berasal dari bahasa Yunani “katholikos” karena ajarannya menyebar ke seluruh
dunia. Dikatakan bahwa agama katolik ini seperti agama Kristen sebelum
terjadinya reformasi. Nama “Protestan” berasal dari kata “protes” yang
dilancarkan oleh pangeran-pangeran Jerman yang mendukung gerakan reformasi
melawan keputusan mayoritas beragama katolik Romawi, pada waktu sidang dewan
kekaisaran (Dewan Negara) ke-2 di kota Speyer 1529.
Kitab suci yang
diakui dan dianggap sah oleh gereja Roma Katolik sebenarnya sama dengan kitab
suci yang dipakai oleh protestan, kecuali ada beberapa perbedaan tambahan.
Kitab suci agam Kristen adalah alkitab atau bibel, yang terdiri
dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Dua macam
sumber untuk mengetahui masalah ketuhanan ,yaitu kitab suci dan tradisi.
Kekuasaan tradisi berada sejajar dengan kitab suci , jadi sesuatu yang tidak
terdapat di kitab suci dapat dilengkapi tradisi. Kekuasaan tradisi gereja terbagi dua macam ,
yaitu Traditio deklarativa ( kewenangan gereja dalam mengatur ajaran
agama) dan traditio konstitutiva (kewenagan gereja dalam menafsirkan
ajaran yang berasal dari Alkitab tanpa disalahkan).
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Abdurrahman,Djam’annuri,Musa
dan A.Sudijono.1998.Agama-Agama
Dunia.Yogyakarta: PT Hanindita offset.
Bakrie,Hasbullah.1965. Jesus dalam Pandangan Islam dan Kristen.
Surabaya: Japi.
Smith,Huston.2015Agama-Agama Manusia.
Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Ali,Mukti.1988.Agama-agama Dunia.Yogyakarta
: IAIN Sunan Kalijaga.
Hadiwijono, Harun.1990. Iman Kristen.Jakarta
: Gunung mulia.
Fatoohi,Louay.2007.The Mistery of Historical Jesus.Bandung:
PT Mizan Pustaka.
[1]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,Yogyakarta:
PT Hanindita offset,1998,h.341
[2]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,Yogyakarta:
PT Hanindita offset,1998,h383
[3]warga Roma yang dimaksud itulah ialah seseorang yang bernama Kornelius
yang tinggal di Kaesaria,Yerusalem.
[4]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.343
[5]indulgensi ialah surat penghapusan dosa.
[6]Tokoh reformasi gereja. Ia dilahirkan pada 10 November 1483 di
Thuringen. Ia pernah menuntut ilmu teologia di salah satu biara pada 1507 dan
pada tahun yang sama ditasbihkan sebagai imam. Ia kemudian menjadi seorang rahib
yang kemudian hari menjadi titik tolak reformasi protestan.
[7]Ulrich Zwingli (1484-1531), tokoh reformasi protestan dari Swiss.
Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh humanism dan pekerjaannya ialah sebagai
pendeta dan tentara.ia memihak kepada Luther sejak 1519. Pada 1520 ia mulai
mempropagandakan pembaharuan. ia meninggal pada pertempuran di dekat Kappel 11
Oktober 1531. Jenazahnya dipotong-potong dan dibakar habis.
[8]Yohanes Calvin (1509-1564),adalah seorang sarjana hukum asal Prancis
yang menaruh perhatian besar terhadap teologia . Pada tahun 1533 ia mulai masuk
gerakan reformasi .
[9]Pencerahan adalah suatu gerakan yang menyatakan bahwa dalam segala
sesuatu manusia tidak perlu patuh
terhadap kepercayaan atau keyakinan yang timbul dari luar dirinya,missal
alkitab,gereja, adat istiadat.
[10]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.398-402
[11]Hasbullah Bakrie, Jesus dalam Pandangan Islam dan Kristen,
Surabaya: Japi ,1965,h.6
[12]Q.S.Ali ‘Imran: 33-35
[13]Abdurrahman,Djam’annuri,Musa dan A.Sudijono,Agama-Agama Dunia,h.342
[14]Huston Smith,Agama-Agama Manusia, Jakarta: PT Serambi Ilmu
Semesta,2015.h.353
[15] Mukti Ali, Agama-agama Dunia, Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.1988.
hal 346
[16] Harun Hadiwijono, Iman Kristen, Jakarta : Gunung mulia.1990. hal 73
[17] Mukti Ali, Agama-agama Dunia, Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.1988.
hal 348
[18] Harun Hadiwijono, Iman Kristen, Jakarta : Gunung mulia.1990. hal 85
Tidak ada komentar:
Posting Komentar